hidup

jaman sd vs jaman sekarang

Kemaren di twitter baru pada heboh nostalgia jaman SD, jaman SMP, jaman SMA, dsb dll. Ngebaca semua itu, mrenges mringis, tiba tiba teringat jaman SD saya yang penuh kejadian ajaib. Langsung aja ikut ikutan nge tweet :

1.#jamanSD bolakbalik rumah sakit gara gara nelen duit receh

2.#jamanSD jatuh di kamar mandi,kepalanya bocor

3.#jamanSD kepleset trus jatuh dari ketinggian lebih kurang 3m

4.#jamanSD kena db ampe sesak napas dan pake selang bantuan pernapasan

5.alhamdulillah,bejo isih urip tekan #jamankuliah

Berlanjut dari tweet tweet saya itu, saya memikirkan hal lain.

Walaupun waktu SD saya nakal bandel bin ngeyel, tapi saya tergolong anak cerdas di SD. Rangking 10 besar. Kalau pulang sekolah mesti langsung ngerjain PR. Sering dimintain tolong ngajarin temen. Catetan jelas lengkapnya.

Dan kalau melihat keadaan saya sekarang, sudah berbalik 180 derajat. IPK di bawah 3. Tugas jarang dikerjain kalo ga dikumpulin. Pulang dari kampus kalau ga ada laporan praktikum paling langsung tepar di kasur karena kecapekan. Temen temen juga jarang yang minta “eh Nis tolong ajarin ini”. Ada juga saya yang bilang “eh Hujja ini caranya gimana?” atau “Bang Sukri, liat yang nomer sekian dong!”.  Catetan jarang punya, seringnya punya fotokopian catetan temen. Oh what a bad girl! 😦

Semua ini karena waktu kuliah saya terlalu aktif di organisasi. BEM and HMEI. Bukan salah organisasi nya. Manajemen Waktu saya yang parah! 😦 Tapi dari dua organisasi di atas, saya belajar banyak, sangat banyak. Termasuk akhir akhir ini belajar menghandle duit puluhan juta. >,<

Sekarang, libur Lebaran, alhamdulillah sudah seminggu ini jadi anak rumahan. Berbakti pada ibu bapak. Sore ini, sambil memandangi dan mendengarkan hujan, saya merasakan keanehan karena saya ada di rumah. Yah, mungkin efek liburan panjang kemarin yang harusnya dihabiskan di rumah tapi malah hampir tiap hari ngampus ngurusin OSPEK.

Jadi ingin kembali menjadi makhluk seperti saat SD. Kembali rajin dan ingin merasakan dapat IP cumlaude. Tapi tetap bersosialisasi dengan manusia manusia kampus. Bolak balik ngurusin hal yang penting atau nongkrong ngobrolin hal yang gak penting. Lovely..

Yeah i wanna live like that..I wish i could 😀


Advertisements

happy ied mubarok 1431 H!

Malam Lebaran

Bulan di atas kuburan

Puisi karya Sitor Situmorang ini dikenalkan ke saya oleh Bapak Guru Bahasa Indonesia pas jaman kelas 2 SMA. Pendek namun memiliki arti yang mendalam.

Apa sih maksudnya? Malam Lebaran kan malam tanggal 1? Berarti ga ada bulan dong?

Jadi mari kita telaah kata kata “bulan” dan kata “kuburan” di sini, seperti yang Guru saya bilang,,hoho

Bulan, benda langit yang menerangi bumi di malam hari. Apalagi kalau purnama, subhanallah indahnya. Nah maksud bulan di sini, kata Guru saya adalah limpahan ampunan dan hidayah dari Allah SWT.

Kuburan, identik dengan gelap dan menyeramkan. Di sini Guru saya menafsirkan bahwa kuburan menyatakan manusia, manusia yang bergelimang dosa.

Jadi Bulan di atas Kuburan, memiliki arti bahwa Allah menurunkan limpahan ampunan dan hidayah kepada manusia yang bergelimang dosa saat malam 1 Syawal alias Malam Lebaran. Begitu sih seingat saya penafsiran dari Guru saya tersebut.

Ramadhan 1431 H beberapa jam lagi selesai. Ketika Ramadhan kita berlomba lomba beribadah kepadaNya dengan sepenuh hati, mengharap Lailatul Qodar, pahala, ampunan, hidayah dsb. Setelah itu? Semoga kita bukan termasuk orang yang merugi, hari kemarin lebih baik dari hari sekarang. Amien..

TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


orang yang jatuh cinta diam diam

Orang yang jatuh cinta diam diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir..
Dari mana kita tahu semua ini?
Seperti biasa, dari teman. Dari pengamatan. Dari keinginan untuk mencari tahu, bahkan sampai hal terkecil atas orang yang kita taksir.
Orang yang jatuh cinta diam diam selalu bertingkah seperti seorang penguntit.
Hampir semua orang yang jatuh cinta diam diam pernah menelepon orang yang mereka taksir dan langsung menutup teleponnya kembali. Hal yang membedakan paling hanya jam mereka menelepon.
Orang yang jatuh cinta diam diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu.
Berdoa dalam hati, “Moga moga muka gue besok berubah dan dia mau sama gue.” Pada akhirnya doa tersebut tidak terkabul dan kita berdoa dengan lebih realistis, “Moga moga dia bahagia dengan siapapun yang dia dapatkan nanti”.
Pada akhirnya,orang yang jatuh cinta diam diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh diam diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.
_cuplikan dari “Marmut Merah Jambu” by Raditya Dika_
Mengenang tanggal 21 Agustus 2010,saat sore yang basah ku melihatnya dan mulai menerima kenyataan
Ciki ciki bom bom out the door
I’ll never gonna get you anyway
Ciki ciki bom bom I’m outta here
I’ll never gonna get you anyway
(Memilihmu – Adhitia Sofyan)

tetap tegar

-sik belom jadi cerita berjumpa malang, foto2 nya belom di transfer-

hari jumat, 25 juni 2010,rencananya mau nonton toy story bersama temen pas SMA. jam 2 ketemu di XXI empire. sudah matang dan sangat matang rencananya,tinggal dimakan, eh tinggal dijalankan. namun tiba tiba..

drrttt..drrrttt..(ceritanya ada sms)

“innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang ayahanda teman kita nida ul hasanah, elins 09,bla2..”

langsung rencana yang sudah matang itu saya batalkan dengan semena mena,padahal yang ngajak juga aku, haha. rencana hari itu berubah menjadi berpetualang ke jatinom, klaten dengan misi menghibur nida. moso sering dicurhati, ketika ayahanda nya berpulang saya tak menghibur??? apa itu namanya teman???

misi hari itu saya jalankan dengan 5 teman laki laki saya (lah aku wedok dewe), berangkat ke klaten sebagai kloter pertama dari eliners. sampai di tempat, rupanya sudah ramai orang bertakziah. ketika ketemu nida,langsung saya peluk orangnya dan bilang “yang tabah ya!”. ngobrol sebentar mendengar ceritanya dan setelah ditinggal pergi bengong menatap lautan perempuan yang tidak saya kenal. mau ke tempat yang cowok pekewuh dewe.

setelah jenazah dimakamkan, saya dan 5 teman saya itu menghampiri nida, dan mengobrol. ketika nida menyambut teman2 SD nya, sang TeGe ketua HMEI berkata pada saya : “kae lho di neng-neng i”

sejenak saya bingung, emang saya dalam misi menghibur, tapi ketika melihat nida, well, there is no tears. not like her sister and her mother. she looks sad yes, tapi senyum masih bertengger dan sesekali juga tertawa.

setelah nida menghampiri kami lagi,kembali Tege bilang pada saya. saya bilang saja “lah nida ne we ngene kok, pie aku meh neng neng i?”

kata kata nida setelah itu, membuat saya tertegun sebentar : “lah ngapain ditangisi, toh orangnya juga gak bakal balik”.. well nid, at that time, until now, saya kagum dengan ketegaran anda.

jika ayah saya yang meninggal, could i be that strong? untuk membayangkan tidak ada lagi suara berat yang membangunkan saya di pagi hari dan menyuruh sholat subuh, tidak ada teman mengomentari berita, mata saya saja sudah berkaca-kaca.

well i wish i could be as strong as you nid…


selamat jalan mbah Gesang

sekali ku hidup, sekali ku mati, aku dibesarkan di Bumi Pertiwi, akan kutinggalkan warisan abadi, semasa hidupku sebelum aku mati (Sebelum Aku Mati – alm. Gesang)

Itu status saya di FB beberapa waktu lalu.Beliau benar benar telah melakukannya. Warisan abadinya, lagu Bengawan Solo, yang terkenal sampai ke luar negeri, pastilah akan selalu dikenang. Tadi malam saja lagu itu diputar oleh beberapa radio, dan tadi di TV dinyanyikan oleh Sundari Sukoco.

Seseorang pernah berkata, “Buatlah MASTERPIECE dalam hidupmu!”. Sungguh almarhum Mbah Gesang telah melakukannya.Salut.

Meniggalnya beliau dan penggalan lirik lagu beliau di atas, sungguh membuat saya bertanya pada diri saya sendiri : “Kapan kamu mau membuat MASTERPIECE???”

Dan saya belum bisa menjawab pertanyaan itu. 😦

Terima kasih, membuat saya kembali mengingat hal itu. Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Amien


maghrib 11 mei 2010

Maghrib itu, bersama seorang teman maen ke bantul untuk survey sebuah rumah makan yang akan dijadikan tempat kumpul. Terminal Giwangan ke selatan terus, ada perempatan lurus, pas di pojokan belokan pertama ke kanan. (mau nyebut nama daerahnya takur salah karena saya buta daerah Bantul)

Setelah melakukan negosiasi dan booking tempat, kami mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Kami berdua tahu di dekat situ ada masjid, dan kami tahu siapa yang “bermukim” di sebelahnya. Seorang teman yang sudah hampir setahun meninggalkan kami. Mas Rifqi Yudhistira A.P. Ya di maghrib itu saya mendadak teringat akan nya. A really good man. Semoga Mas Eqi tenang di sisi-Nya. Amien

Masjid yang kami datangi itu cukup nyaman. Di tengah –  tengah nya masih terdapat empat saka yang berhiaskan ukit-ukiran, khas peninggalan jaman wali sanga. Hijab hijau yang membatasi antara jemaah putra dan putri membentang dari depan ke belakang, memberi rasa aman ubtuk beribadah tanpa dilihat lawan jenis.

Di masjid itu, saya melihat sesuatu yang mungkin jarang ditemui di kota. Jamaah di masjid itu bisa dibilang banyak. Memang kebanyakan para orang tua, namun ada juga anak anak dan ibu ibu muda. Setelah sholat pun mereka tak langsung pulang, namun tetap tinggal di tempat untuk berdzikir bersama. Bahkan ada beberapa simbah-simbah yang belajar ngaji di sana.

Trenyuh melihat keadaan itu. Mengapa yang giat beribadah dan menyambangi masjid justru para orang tua yang sedang menunggu panggilan – Nya? Mengapa bukan para anak muda seperti saya yang masih segar bugar? Mengapa di desa tersebut jamaah nya ramai dan masjid di tempat saya tidak?

Yeah,maghrib itu mungkin saya melakukan perjalanan tidak bermutu, membelah kota Jogja hanya untuk booking tempat. Namun perjalanan ini sungguh spiritual bagi saya. Terima kasih Allah, sudah membuat saya mampir ke sana 🙂


orang miskin dilarang sekolah???

Itu judul bukunya Eko Prasetyo, tapi bukan bukunya yang mau saya bicarakan..

Tadi malam, iseng iseng sms ke sepupu saya di Jakarta, nanyain kabar keponakan,  apakah dia lulus SMP atau tidak. Alhamdulillah lulus,, and she has a really good grade! Bahasa Indonesia 8,4. Bahasa Inggris 9,6. Matematika 9,75. IPA 9,75. Ga ada nilai tujuh! Rata-rata 9..Hebaaatttt (^0^)b

Lalu pertanyaan berlanjut “Trus rencana mau lanjut ke mana?”. Dan cerita itu pun mengalir, ponakan saya itu hari ini akan ikut tes di sebuah sekolah subsidi pemerintah semacam pesantren. Peluang yang ada kecil, karena sekolah itu banyak peminatnya karena ga bayar. Bila masuk negeri harus bayar MINIMAL 5 JUTA. Dan si Ibu keponakan saya itu juga baru ga ada dana, belum lagi adiknya juga harus cari SMP.Sepupu saya minta doa biar keponakan saya yang manis itu bisa diterima di sekolah itu..

Iya AMIEN..

But..

WHAT THE ….!!!


Just good luck kid!